SHIKOKU

All About SHIKOKU!!!
 
HomePortalCalendarFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Log in
Username:
Password:
Log in automatically: 
:: I forgot my password
Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

Most users ever online was 21 on Wed May 12, 2010 10:25 am
Latest topics
» Prada Belt on sale
by cangliang Thu Jan 24, 2013 7:46 am

» Prada Belt on sale
by cangliang Thu Jan 24, 2013 7:45 am

» Gucci New Arrivals
by cangliang Thu Jan 24, 2013 7:44 am

» Gucci-Kollektion von Accessoires
by cangliang Mon Jan 21, 2013 9:35 am

» Gucci Belts On Sale[
by cangliang Mon Jan 21, 2013 9:34 am

» Gucci Belts On Sale
by cangliang Mon Jan 21, 2013 9:32 am

» Günstige Chanel Handtaschen Frauen
by cangliang Wed Jan 16, 2013 8:18 am

» Hermes Evelyn[
by cangliang Wed Jan 16, 2013 8:17 am

» Hermes Bag 2011
by cangliang Wed Jan 16, 2013 8:16 am

Navigation
 Portal
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
Affiliates
free forum
Follow us on TwitterNiji Lima - Ganbarimashou!Clamp-factoryOuran Indo
Azure Life
Al'loggio: Yaoi Daily Life Roleplaying Forum
yami no sekaiImage Hosted by ImageShack.us
Celestial
 

Share | 
 

 Menghayal ala Jepang

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Naoe
IT Staff


Posts : 390
Join date : 2009-08-04
Age : 24
Location : パソコンの前

PostSubject: Menghayal ala Jepang   Mon Sep 14, 2009 9:35 am

Ini dia bagian yg menurut saya paling menyenangkan dalam pelajaran Bahasa Jepang, menghayal (baca: kalimat pengandaian)! Sepertinya tidak usah dijelaskan lagi kenapa saya suka bagian ini... Saya yakin bagi yg suka dengan IT, senang bermain VN, atau sekedar suka menghayal akan suka juga dengan bagian ini.

Dalam Bahasa Jepang ada 4 cara untuk mengkhayal, eh, membuat kalimat pengandaian maksudnya... . Yaitu pengandaian to, nara, -ba, dan -tara. Yang perlu diingat dalam Bahasa Jepang pola pengandaiannya adalah 'sebab->akibat'



1.Pengandaian to (sebab akibat alami)
Caranya cukup dengan menambahkan bunyi 'to' di kalimat yg menyatakan sebab. Apabila sebabnya berupa kata benda atau keadaan, maka sebelum menambahkan to ditambahkan bunyi 'da' terlebih dahulu.

contoh:
Tabenai to, shinu. (Kalau tidak makan, maka akan mati.)
Yoru ga kuru to, kuraku naru. (Kalau malam datang, maka akan jadi gelap.)
Gakkusei dato, gakkou ni iku. (Kalau murid, maka akan pergi ke sekolah.)

Pengandaian to disebut pengandaian alami karena hubungan sebab akibatnya sudah pasti. Kalaupun tidak pasti, maka pernyataan itulah yg diharapkan terjadi oleh si pembicara.

contoh:
Gakkou ni ikanai to, ryoushin ga okoru yo. (Kalau gak pergi ke sekolah, pasti dimarahin orangtuamu lho.)

Bisa dilihat dari contoh di atas, meskipun bentuknya kalimat pengandaian, namun dari sudut pandang si pembicara, itu adalah hal yg dia yakin akan terjadi.



2.Pengandaian nara (pengandaian konteks)
Yg ini juga sama mudahnya dengan yg diatas. Klo diartikan artinya kurang lebih menjadi 'kalau kasusnya adalah ... maka ...', oleh karena itu disebut pengandaian konteks karena ruang lingkup pengandaiannya lebih sempit (terjadi apabila kondisi tertentu terpenuhi.)

contoh:
Sakagami Tomoyo ga iru nara, kanarazu kanojo to kekkon suru.
(Kalau Sakagami Tomoyo benar-benar ada, pasti saya akan menikah dengannya.)
literal: Kalau kasusnya Sakagami Tomoyo ada, pasti dengan dia menikah.
(UOHHHHH! TOMOYOOOO!)

Ore nara, shinpai iranai. (Kalau saya, kamu tidak perlu khawatir.)
literal: Kalau kasusnya saya, tidak perlu rasa khawatir.
(ii kotoba janaika?)

Nara bisa juga diubah menjadi naraba agar terdengar lebih halus.

Entah mengapa saya berpikir kalau dengan pengandaian nara bisa ada banyak kata-kata keren yg bisa kita buat.



3.Pengandaian -ba
Untuk pengandaian ba kita tidak bisa menempelkannya ke kata benda dan kata sifat -na. Cara menggunakan pengandaian -ba adalah:

1. Untuk kata kerja, maka harus diubah terlebih dahulu bunyi suku kata paling belakang menjadi bunyi 'e'nya lalu ditambahkan -ba

aruku --> aruke --> arukeba
nomu --> nome --> nomeba
taberu --> tabere --> tabereba
aru --> are --> areba
iru --> ire --> ireba

2. Untuk kata sifat -i dan kata bentuk negatif (yg diakhiri 'nai'), caranya adalah dengan mengganti bunyi 'i' di paling belakang menjadi '-kereba'

tabenai --> tabenakereba
shinanai --> shinanakereba
ii --> yoi --> yokereba

Contoh kalimat:
Tokido Saya ireba, omoshiroi na... (Kalau Tokido Saya ada, menarik ya...)(Mufufufufu...)

Ore wa VN no shujinkou ni nareba, nanka mechakucha kanji ki ga suru.
(Kalau saya jadi tokoh utama VN, rasanya saya akan sangat gembira.)(hontou ni arieru nara, tameshitemitai!)

VN o shinakereba, ichinichi de mo gaman dekinai.
(Kalau tidak main VN, tidak akan bisa bertahan walaupun hanya sehari.)
(joudan nandakedo na.)



4.Pengandaian -tara (pengandaian lampau)(?)
Tidak terlalu berbeda dengan pengandaian -ba, namun kita bisa pula menempelkannya pada kata sifat -na (yg tidak terkonjugasi) dan kata benda. Untuk kata kerja, kita perlu mengubahnya menjadi bentuk lampau dan menambahkan 'ra' dibelakangnya. Untuk kata sifat -na dan kata benda kita perlu menambahkan -datta terlebih dahulu lalu menempelkan 'ra' dibelakanngnya. Dan yg terakhir, untuk kata sifat -i, kita perlu mengubah bunyi i di paling belakan menjadi -katta. Dari yg sudah dipelajari sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa pada pengandaian -tara semua kata harus dibentuk terlebih dahulu menjadi bentuk lampaunya.

contoh:
sensei --> sensei datta --> sensei dattara
aruku --> aruita --> aruitara
sawagashii --> sawagashikatta --> sawagashikattara
kirei --> kirei datta --> kirei dattara

contoh kalimat:
Otaku dattara, VN shiteitari, manga yondeitari, anime miteitari suru.
(Kalau otaku, kerjanya main VN, baca manga, dan menonton anime.)

VN shujinkou dattara, bishoujou tachi kara ai o ippai moratta.
(Untuk yg ini coba tebak sendiri hayo apa artinya... ehehe...)

Pengandaian -ba dan -tara memiliki sedikit perbedaan nuansa. Dalam pengandaian -ba yg ditekankan adalah sebab, sedangkan pada pengandaian -tara yg ditekankan adalah akibat. Logikanya adalah dengan pengandaian -tara (pengandaian lampau) sebabnya sudah terjadi sehingga yg bisa kita lihat sekarang adalah akibatnya.

Contoh:
Okane ga areba, VN o kau. (Kalau ada uang, saya akan beli VN.)
Okane ga attara, VN o kau. (Saya akan beli VN, kalau ada uang.)

Sebenarnya tidak ada perbedaan arti dari kedua kalimat di atas. Tapi saya sedikit membedakan susunan kalimatnya agar lebih terasa penekanan kalimatnya. Untuk contoh pertama penekanan kalimatnya ada dibagian sebabnya, sedangkan pada contoh kedua penekanan kalimatnya ada dibagian akibatnya.

Selain itu karena pengandaian -tara bisa diasumsikan bahwa sebabnya telah terjadi dan yg sekarang bisa kita lihat adalah akibatnya, kita bisa pula menjadikan kalimat pengandaian -tara sebagai suatu kejadian yg berlangsung saat kejadian yg lain telah berlangsung. Lebih mudahnya diartikan sebagai 'setelah/saat ... yg terjadi ...'

Contoh:
VN o shitara, nemuku natta. (Setelah bermain VN, jadi mengantuk.)
Uchi ni kaettara, daremo inai. (Saat pulang ke rumah, tidak ada siapa-siapa.)


Terkadang kita juga menemukan penambahan 'moshi' dalam kalimat pengandaian. Fungsinya tidak lebih hanya untuk menambahkan nuansa ketidakpastian.

contoh:
Moshi yokereba, tsukiattemo ii kana? (Kalau bisa, boleh ikut gak?)



Hal yg paling penting di sini cuma satu, FEEL! Gak ada aturan khusus untuk membuat kalimat pengandaian yg paling tepat, tapi dengan sering-sering berlatih, saya yakin feeling anda akan semakin terasah dan anda akan bisa menjadi tukang khayal seperti saya. HYAHAHAHAHAHAHA!!!
Back to top Go down
View user profile
Aru Fuyuta



Posts : 43
Join date : 2009-12-15
Age : 23
Location : Cimahi

Character sheet
Name:
Dorm:
Job:

PostSubject: Re: Menghayal ala Jepang   Sat Dec 19, 2009 7:36 pm

walah.. *clingak-clinguk*
first rep sepertinya..

arigatou sensei..
shiru ni naru na.~
^^
comot yaaa..
Back to top Go down
View user profile
 
Menghayal ala Jepang
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Types of Clay for Bonsai Pots

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
SHIKOKU :: Nihongo Section :: Nihongo Jikoshoukai-
Jump to: